Kesuksesan VS Kebahagiaan

Kesuksesan VS Kebahagiaan

“Sukses adalah impian yang telah kita capai, sedangkan bahagia adalah kenyataan yang kita nikmati dan syukuri”. Lalu apakah orang sukses sudah pasti bahagia? atau apakah orang bahagia sudah pasti sukses?

Kesuksesan tentu dapat melahirkan kebahagiaan, tapi kesuksesan bukan faktor utama yang menjadikan orang bahagia, karena kesuksesan adalah proses berusaha dan fokus untuk meraih impian hidup yang telah direncanakan (ditargetkan), yang didapatkan melalui pergerakan ruang dan berjalannya waktu.

Sedangkan kebahagiaan adalah perasaan nyaman, tenang, dan lapang, saat mengalami berbagai bentuk kehidupan, dimanapun dan kapanpun kita berada, yang tidak terbatas oleh ruang dan waktu.

Berfokus kepada hanya untuk meraih kesuksesan, terkadang dapat mengorbankan kebahagiaan, bahkan dapat mengorbankan segalanya. Betapa banyak orang dalam meraih kesuksesan (obsesi) dirinya, rela melakukan praktik-praktik yang jauh dari esensi kebahagiaan, seperti mengorbankan kesehatan dirinya, keharmonisan keluarganya , hubungan persahabatan dll.

Kesuksesan dan kebahagiaan memang tidak ada ukurannya, sifatnya sangat personal, karena cara merasakannya juga berbeda-beda, tergantung situasi dan kondisi yang kita alami sekarang ini. Kesuksesan yang telah kita capai, terkadang tidak memberikan kebahagian, karena kita mengukur kebahagian kita dengan ukuran kebahagiaan orang lain.

Semoga kita semakin sadar atas segala kenikmatan yang Tuhan berikan, dengan cara mensyukuri segala bentuk kesuksesan dan kebahagian yang ada pada diri kita.

Syukur Dan Kehidupan

Syukur Dan Kehidupan

Syukur dan kehidupan, adalah satu hal yang tidak bisa dipisahkan, karena syukur adalah sebuah rasa yang mana disana kita mengakui, memuji serta mengagungkan kebesaran Tuhan atas nikmat-nikmat yang dia berikan kepada kita. Dengan bersyukur dada akan menjadi lapang, pikiran terasa terang dan hati terasa tenang.

Bersyukur adalah soal rasa, bersyukur adalah tentang penerimaan oleh jiwa dan hati atas apapun yang Tuhan karuniakan pada kita. Bersyukur bukan tentang seberapa banyak dan besar nikmat-nikmat yang Tuhan berikan pada kita, bersyukur juga tidak tentang keberlimpahan materi yang Tuhan kuasakan pada kita, tapi ia adalah tentang sebuah rasa penerimaan apa adanya dengan lapang dada.

Berapa banyak orang yang Tuhan kasih harta berlimpah, mobil dan rumah mewah tapi hatinya tak tenang, jiwanya tak tentram selalu gelisah.  Akan tetapi tak sedikit juga orang-orang yang Tuhan uji dengan berbagai ujian yang berat seperti kemiskinan materi, kekurangan, susah jodohnya, sulit anaknya, sakit yang menimpa akan tetapi ia tetap tersenyum menghadapinya.

Mulai saat ini marilah kita nikmati setiap ucapan syukur kita dengan membayangkan nikmat-nikmat yang Tuhan karuniakan pada kita. Tidak ada alasan untuk tidak bersyukur, karena sangat banyak nikmatnya pada kita, udara yang kita hirup, kesehatan, nikmat rezeki serta banyak kenikmatan lainnya.

Optimis Dan Positif

Optimis Dan Positif

Untuk mengikuti dan mengimbangi kemajuan zaman kita mesti memiliki sikap optimis. _*Optimis merupakan bentuk sikap percaya diri dalam melakukan usaha guna mencapai suatu tujuan atau cita – cita walau di dalamnya terdapat berbagai macam rintangan dan hambatan.*_ Optimis yang positif dalam kerjanya tidak merugikan orang lain.

Orang yang memiliki sikap optimis dengan tidak di barengi sikap positif biasanya menghalalkan segala cara dan tidak memikirkan dampak yang akan terjadi terhadap orang lain untuk menggapai harapan dan cita – citanya.

Sewaktu mengalami kegagalan atau tekanan dari semua usahanya itu, perasaan seorang optimis positif tidak menganggap kegagalan itu bersifat permanen. Lalu, sejauh keadaan memungkinkan, ia bertindak untuk mengubah atau memperbaiki situasi.

Berbeda dengan pandangan pesimistis akan menganggap kegagalan dari sisi yang buruk. Optimis tanpa di dasari sikap positif akan menghancurkan dirinya sendiri dan orang lain,namun sebaliknya,optimis dengan di barengi sikap positif akan menghasilkan kemakmuran bagi dirinya dan lingkungan sekitar terutama lingkungan dia bekerja.

Ketahuilah bahwasanya kesuksesan tidak datang dengan sendirinya tanpa partisipasi dan kontribusi orang lain terhadap kita. Hal itu karena kita adalah mahluk sosial yang pasti memerlukan bantuan orang lain.

Just Do It

Just Do It

Apakah Kita sedang mengejar kesuksesan atau justru hanya lari dari kegagalan? Apakah yang Kita kerjakan sekarang betul-betul membuat diri Kita sukses atau hanyalah pelarian semata dari bayang-bayang kegagalan? Cobalah introspeksi diri Kita terlebih dahulu.

  • Jangan lari dari kegagalan
    • Apakah yang Kita kerjakan sekarang adalah jalan menuju kesuksesan atau justru jalan untuk lari dari kegagalan?
  • Mengakui kegagalan
    • Beri sedikit waktu untuk diri Kita sendiri, merenunglah, dan terimalah kalau Kita telah gagal. Ya, langkah pertama yang harus Kita lakukan adalah mengakui kegagalan Kita.
  • Mulai kejar kesuksesan Kita
    • Jangan buang waktu terlalu lama untuk rencana, ingat rencana terbaik dapat hancur berantakan. Pilih sesuatu, rencanakan secukupnya, dan kerjakan.

Cobalah saja, lakukan hal yang memang Kita ingin lakukan sejak dulu, berangkatlah menuju kesana sekarang, detik ini juga. Ada kemungkinan Kita akan berakhir dengan kegagalan, tetapi begitu juga semua hal dalam hidup ini, sehingga melakukan apa yang ingin Kita lakukan jauh lebih penting daripada berhasil atau tidaknya, just do it.

Berhenti lari dari kegagalan dan mulai kejar kesuksesan Kita sekarang juga. Mulai hari ini dan besok akan menjadi hari-hari terindah dalam hidup Kita.

Jangan Berhenti Bermimpi

Jangan Berhenti Bermimpi

Dalam hidupnya, hampir setiap orang memiliki mimpi-mimpi yang ingin diraih. Namun  ada kalanya takut bermimpi karena khawatir akan kegagalan, atau sulitnya mengejar mimpi hingga membuat kita menyerah untuk mengejarnya. Namun, apa sih sebenarnya yang terjadi saat orang berhenti bermimpi?

Tidak tercapainya mimpi yang pernah kita miliki sebenarnya bukanlah sebuah kesalahan besar yang harus disesali. Saat gagal untuk meraih mimpi di satu jalan, maka kita bisa menggunakan jalan lain yang mungkin saja bisa mengantarkan kita ke mimpi yang sebenarnya. Namun yang jadi tanda tanya besar, sebenarnya _*apa yang membuat orang itu akhirnya memutuskan untuk meninggalkan mimpinya?*_

Berikut beberapa alasan yang mungkin saja sebenarnya menjadi penyebab mengapa orang atau bahkan kita berhenti bermimpi, yaitu:

  • Berpikir Kita Tidak Cukup Baik
  • Kita Berkata Tidak Memiliki Banyak Waktu
  • Menanggapi Apa yang Orang Lain Pikirkan Soal Kita
  • Kita Berkata “Saya Belum Siap!”
  • Kita Berbohong Pada Diri Sendiri

Tetap Percaya Diri dan Hiduplah dengan Penuh Semangat

Kita harus memiliki semangat yang tinggi dan juga sifat tidak mudah menyerah dalam meraih sesuatu yang diinginkan. Jadilah pribadi yang penuh percaya diri. Temukan apa yang menjadi passion kita, dan teruslah melatihnya agar kita berhasil meraih apa yang kita inginkan.

Pantang Mundur Sebelum Sukses

Pantang Mundur Sebelum Sukses

Dalam kehidupan berusaha dalam menggapai cita-cita merupakan kebutuhan setiap orang. Semua orang menginginkan kesuksesan. Kadang kegagalan merusak dan menjatuhkan semangat untuk terus berjalan dalam berusaha. Padahal untuk mencapai cita-cita yang diinginkan memang tidak instan.

Jika pantang menyerah dan bersungguh-sungguh, kesuksesan bisa jadi sudah di depan mata, namun sayangnya terkadang beberapa orang malah memilih untuk menyerah. Rasa menyerah ini akan lebih mudah menghantui, ketika sudah ada permasalahan yang mendera dalam hidup.

Jadi, hanya orang-orang yang berjiwa pantang menyerah dan memiliki semangat pantang mundurlah yang akan bertahan dan terus mengarungi untuk menempuh apa yang dicita-citakan dan ingin digapai dalam hidupnya. Tidak perlu pandai dan harus banyak modal.

Kegigihan dan kesungguhan akan mendorong secara bertahap mengantarkan ketangga kesuksesan pada akhir perjuangan nya. Kita tidak boleh jadi pecundang karena pencundang akan selalu bersama kegagalan.

Suka dan duka dalam berjuang sudah hal lumrah yang harus dialami setiap orang. Semuanya berproses dalam menggapai sukses akan ada seribu masalah dan dengan semangat akan memberi solusi.

Semangat Membawa Suasana Positif

Semangat Membawa Suasana Positif

Semangat merupakan dorongan terbaik dan terajaib yang pernah ada. Sekalipun terdengar sangat sederhana, namun semangat dapat mengubah mood dan hari kita menjadi lebih berwarna. Jika kita ingin memulai hari dengan penuh semangat, maka hal yang penting untuk kita pastikan adalah melupakan masalah yang terjadi pada hari kemarin. Bagaimana caranya? Caranya yaitu dengan segera menuntaskan masalah tanpa membawanya larut berhari-hari.

Karena itu, pastikan kita menyelesaikan masalah yang terjadi sesegera mungkin. Sehingga, pada keesokan harinya kita bisa memulai lembar yang baru yaitu hari yang penuh semangat, memang tidak mudah mengatasi masalah begitu saja.

Meskipun begitu, kita harus belajar untuk bekerja cepat dan tepat untuk menghadapi masalah kita. Bayangkan jika masalah tersebut larut berhari-hari, maka kita akan menghancurkan hari-hari kita di masa depan. Kita mungkin akan kesulitan fokus dalam pekerjaan, dan lain sebagainya.

Saat masalah terkumpul dan kita menjadi lesu, maka hal negatif atau masalah lainnya akan datang. Namun, jika kita memandang dengan penuh ikhlas, sabar, dan semangat juang untuk lebih baik, maka hal positif akan kita dapatkan.

Karena itulah, alangkah baiknya jika kita memandang hidup lebih positif lagi dan melupakan masalah yang ada. Dengan begitu, akan timbul keikhlasan dan ketenangan hati dalam diri kita. Jadi, semangat akan tumbuh terus menerus dan membawa hal positif bagi kita. Segala pekerjaan akan terasa mudah dan lancar dengan adanya semangat.

Bersyukur Pada Diri Sendiri

Bersyukur Pada Diri Sendiri

Manusia memang tidak bisa jauh dari perasaan iri. Pada saat kita merasa iri, hal sebenarnya yang terjadi adalah kita sedang tidak mensyukuri hidup yang kita miliki. Terkadang tanpa diminta perasaan iri datang dengan tiba-tiba. Kemudian perasaan tersebut bisa menyebabkan penyakit hati karena kita selalu menganggap orang lain lebih beruntung dari kita.

Mungkin kita sering menyimpulkan bahwa orang lain tidak lebih baik dari kita. Sehingga kita menganggap bahwa orang lain tidak berhak mendapatkan pencapaian melebihi pencapaian yang telah kita dapatkan. Mungkin tanpa kita ketahui, orang lain telah melakukan usaha maksimalnya untuk mendapatkan pencapaian terbaik seperti yang banyak orang impikan.

Hanya karena kita tidak mengetahuinya bukan berarti orang lain tersebut tidak melakukan apa-apa. Tetaplah berprasangka baik. Meskipun apa yang menurut kita baik belum tentu memang baik sebenarnya. Lebih baik kita tetap berpikir positif dan memutus prasangka buruk terhadap hasil pencapaian orang lain. Dari situlah rasa syukur kita terhadap apa yang telah kita dapatkan akan meningkat.

Dan alangkah baiknya pencapaian orang lain kita jadikan sebagai motivasi agar kita lebih bisa untuk koreksi diri. Karena bisa jadi justru hidup yang kamu miliki, hidup yang kamu rasa tidak seberuntung orang lain adalah hidup yang orang lainnya inginkan.

Mari kita bersihkan hati untuk tidak merasa iri terhadap hidup yang orang lain miliki. Mari kita berpikir positif, putus prasangka buruk dan tetap berprasangka baik.

Mengampuni Diri Sendiri

Mengampuni Diri Sendiri

  • Tidak ada cara menjadi baik secara instan. Segala sesuatu di dunia perlu proses, termasuk bagaimana caranya memperbaiki diri. Tidak ada manusia yang sempurna, semua dari kita melakukan kesalahan dan kita diberi kesempatan dan waktu agar mau belajar untuk senantiasa memperbaiki diri, menjadi baik kembali.
  • Menyadari kesalahan adalah pintu pertama menuju perbaikian hidup dan niat untuk memperbaikinya harus diiringi dengan usaha yang maksimal. Tidak ada cara menjadi baik kecuali menghindari jatuh ke dalam lobang yang sama. Untuk memperbaiki diri kita perlu bersungguh-sungguh melakukannya bukan hanya ikrar di mulut saja.
  • Itu adalah kalau kita yang melakukan kesalahan. Bagaimana kalau justru orang lain yang melakukan kesalahan kepada kita, melakukan tindakan yang tidak sepantasnya dan membuat hati sakit? Memberi ampun itu adalah cara menjadi baik dan cara memperbaiki diri saat kebanyakan orang justru lebih suka menyimpan dendam dan berniat melakukan pembalasan.
  • Belajar untuk mengampuni diri sendiri juga sangatlah penting. Menyakiti diri sendiri, dengan menolak mengampuni diri sendiri, juga akan dapat menyakiti orang lain. Jika kita tidak mengampuni diri sendiri maka kita juga berarti sedang menghukum diri sendiri dengan menolak diri sendiri pada hal-hal baik yang ada di dalam hidup kita. Semakin kita menolak diri kita, maka akan semakin sedikit yang harus kita berikan.
Bangun Sikap Mental Positif

Bangun Sikap Mental Positif

Setiap kali hujan deras, bagi pengendara mobil penglihatan mereka akan terganggu. Secara otomatis, pengendara akan mengaktifkan wiper mobil untuk membersihkan kaca. Dengan demikian penglihatan ke jalan tetap terlihat jelas.

Demikian juga setiap orang yang dalam perjalanan menuju impian yang ingin dicapainya, terkadang ada banyak tantangan dan kesulitan yang datang (baca:hujan). Dalam kondisi tersebut  kita perlu tetap berjalan dan mengaktifkan wiper. Wiper dalam konteks ini adalah Sikap Mental Positif (SMP).

Sikap mental positif sama seperti wiper. Ia akan menghapus segala hal yang menghalangi pandangan kita untuk melihat ke depan, seperti keragu-raguan, kegagalan , rasa takut, tekanan dari lingkungan, dan banyak lagi lainnya. Mari aktifkan sikap mental positif kita agar dalam kondisi apa pun kita akan terus melangkah melihat ke depan untuk mencapai impian. Pertanyaan selanjutnya, bagaimana cara untuk mempunyai sikap mental positif? Ada banyak caranya,

  • IMAN
    • Keyakinan yang luar biasa memberi kekuatan kepada kita untuk melewati segala kondisi dengan lebih baik. Percaya sebelum melihat bahwa ini akan terjadi itulah iman. Tidak sekedar memohon dengan lisan tapi dengan kesungguhan hati.
  • MILIKILAH PERGAULAN YANG POSITIF
    • Pergaulan yang buruk merusak kebiasaan baik. Oleh karena itu, agar kita mempunyai mental yang positif, bergaulah dengan lingkungan yang membuat kita lebih positif.
  • FOKUSLAH KEPADA TUJUAN
    • Wiper akan menjadi pengganggu pandangan kalau kita menganggapnya sebagai pengganggu (gerakan ke kiri-kanan). Akan tetapi, wiper akan membantu penglihatan kalau kita fokus melihat ke depan dan tidak terlalu memperhatikan gerakan wiper tersebut .
Copyright © 2021 HWW | Well Project Indonesia